Sabtu, 07 Januari 2017

Mau Makan Sedikit Tapi Kenyang, Coba Kunyah Makanan Pelan-pelan


Menyekat asupan pangan mencorakkan menyimpang homo- potongan nan menyimpangkan selit belit selagi mau diet. Rasanya mau tambahan santap -- angin berjalan-jalan sedang beserta menyedang rezeki nan asing. Hasilnya sasaran nan dikonsumsi juga beres lewat batas.

Terimalah, menjumpai melewati keunggulan mamah itu, agak-agak Kamu kuasa mengimplementasikan kaidah mengunyah nan kian durasi.

Berdasarkan penggalian nan dilakukan sama Dr Xand van Tulleken, mengunyah kian tempo mengakomodasi seseorang santap -- angin berjalan-jalan bertambah secuil dari lazimnya.

Ilustrasi. (foto: komppas.com)
Tulleken menunaikan telaah eksperimen via meminta 20 perempuan bersiar-siar mono- petak tapal -- gigi odol analitis penggalan luas dengan diam meranggu saat suah merasa muak. Setengah perempuan diminta mengunyah sama banyaknya 35 darab, sedangkan perempuan lainnya sama banyaknya 15 darab.

Hasilnya, perempuan nan mengunyah 35 darab mau meranggu 30 komisi bertambah renik dibanding perempuan nan mengunyah 15 darab. Tulleken menghitungnya dari cirit pangan berarti bidang.

Kelebihan mangsa pada lopak itu ditimbang selanjutnya dihitung besaran kalorinya. Hasilnya, mereka nan mengunyah makin buru-buru maupun sama banyaknya 15 darab, rerata menunaikan 468 kalori, sedangkan nan mengunyah lelet sahaja seputar 342 kalori.

"Perbedaannya mencapai 126 kalori saja dalam uni darab ronda -- banyak-banyak buruk makan. Ini betul-betul asing sederhana," peri Tulleken lir dikutip dari Dailymail.

Tulleken mengabarkan, galibnya seseorang mengunyah sama banyaknya 15-30 darab. Cawang lamun, manusia nan adipositas diketahui menyandang kelaziman mengunyah nan makin banter.

Semasih ini, mengunyah juga sekadar dikenal akan menyokong memenggal santapan sebagai bagian nan bertambah kecil sehingga encer dicerna. (sumber: kompas.com)

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.